The Jenggots

Selamat Datang di Blog Jenggot 1 a.k.a Abu Jihad a.k.a Ibnu Sya'ban

Rabu, 06 Februari 2013

Lirik Lagu The Jenggots

Justin Bieber or Just in Islam Forever


I don’t wannabe Justin bieber/ i just wannabe just in Islam forever/
Cause i’m sure that you’re already knew/ Islam is the way that will always be true
I don’t wannabe Justin bieber/ i just wannabe just in Islam forever/
Cause i’m sure that you’re already knew/ Islam is the way that will always be true

Part rap
Saat ku berjalan susuri pelataran kota/ kulihat fenomena yang katanya mendunia/
anak muda bergaya/ keren luar biasa/ mengikuti  sang idola pujaan hatinya
Rambutnya dibuat berponi dan bisa dilempar/ baju yang dipakainyapun terlihat agak longgar/
mungkin baju bapaknya/ atau baju tetangga/ tapi mereka tak peduli, yang penting gaya!
Pakai topi yang dipasang miring dan agak lebar/ sehingga kepalanyapun jadi terlihat besar/
cocok juga rasanya, jika ku pinta mreka/ nyanyikan lagu masa kecil “topi saya bundar”/
Ada geli di dada/ saat ku lihat mreka/ tenggelam dalam pesona kemilaunya dunia/
ingin aku berkata/ dengan lantang padanya/ dan ucapkan semua yang menurutku bermakna/
I don’t wannabe Justin bieber/ i just wannabe just in Islam forever/
Cause i’m sure that you’re already knew/ Islam is the way that will always be true
I don’t wannabe Justin bieber/ i just wannabe just in Islam forever/
Cause i’m sure that you’re already knew/ Islam is the way that will always be true

Part rap
Haduh haduh haduh aku jadi ingin bertanya/ mereka ini kelak jadi seperti apa/
aku tahu satu jawaban yang tak terbantah/ (yaaa. .. mereka nanti akan jadi dewasa dan orang tua,
Padahal jika mereka mau sejenak saja/ melihat kedalam Al Quran dan juga assunah/
ada satu idola/ sungguh luar biasa/ yang bisa kita jadikan panutan hidup kita/

O.. ouououo/ ouououo/ bukan justin bieber lah namonyo/

Dialah Rasululloh yang sudah Alloh turunkan untuk kita semua agar bisa jadi pedoman/
di dalam kehidupan/ dalam keseharian/ Aku pun jadi makin yakin tuk mengatakan/
I don’t wannabe Justin bieber/ i just wannabe just in Islam forever/
Cause i’m sure that you’re already knew/ Islam is the way that will always be true
I don’t wannabe Justin bieber/ i just wannabe just in Islam forever/
Cause i’m sure that you’re already knew/ Islam is the way that will always be true

Sampai kapan kita terbuai dunia ? Ayo smua kembali, kepadanya

Free Style Beatbox

I don’t wannabe Justin bieber/ i just wannabe just in Islam forever/
Cause i’m sure that you’re already knew/ Islam is the way that will always be true
I don’t wannabe Justin bieber/ i just wannabe just in Islam forever/
Cause i’m sure that you’re already knew/ Islam is the way that will always be true

Maaf buat fansnya JB ya... ini mah Cuma curhat ajah... Cause i don’t wannabe justin bieber...

link download mp3 lagunya ada di

Selasa, 05 Februari 2013

Profile The Jenggots



Profile The Jenggot
Awalnya sering kolaborasi baik secara live maupun pembuatan sebuah karya lagu antara dua group nasyid Indonesia yang masing masing berbeda karakter. rap d’masjid dengan konsep dan jalur rap dan SPAZI dengan format dutocapella, Acapella bergenre dangdut, koplo acapella. Selanjutnya rap d’masjid dan Dian SPAZI kami menamakan diri dan bergabung dalam The Jenggot. Dengan salah satu lagu pertama kolaborasi kami sebelum menamakan The Jenggot, yang sangat sederhana tetapi cukup menggelitik telinga dan permainan lirik lagu. Berjudul JUSTIN BIEBER OR JUST IN ISLAM FOREVER. Di Indonesia sendiri lagu lagu lain karya Dian SPAZI yang sering dibawakan The Jenggot seperti A Ba Ta Tsa telah diputar di sejumlah radio Islam Nusantara seperti RSB Jakarta, Nuris Tanggerang, Elshifa Subang, Radioqu Cirebon, MQFM Jogja, MHFM Solo, Seulaweut Aceh, Aradio Lampung dll. Bahkan lagu kolaborasi kami rap d’masjid dan Dian SPAZI a.k.a The Jenggot telah malang melintang dan menduduki posisi puncak selama berminggu-minggu di berbagai chart baik chart lagu Indonesia, chart indie, ataupun chart request.

Official The Jenggot di Face Book
The Jenggot adalah rap d'masjid dan Dian SPAZI

The Jenggot musicography :                               

SPAZI – Album Love For aLL
(berisi 6 lagu), Agustus 2011
rap d’masjid – Album Memakmurkan Masjid
(berisi 6lagu), Mei 2011

Singgle :
Justin Bieber or Just in Islam Forever (September 2011)
A Ba Ta Tsa - The Jenggot & HAWARI) (November 2011)
Katanya Mau Memajukan Islam (KAMAMEIS) (April 2012)
Satukanlah..! (Mei 2012)

1St Album The Jenggot – Nasyid Itu Ape ??
(Desember 2012). berisi 10 lagu dan tiga special song:
01. Justin Bieber or Just in Islam Forever,
02. A Ba Ta Tsa,
03. Satukanlah,
04. SemaNGKA,
05. Nasyid Itu Ape ??
06. Jenggot Bukan Teroris,
07. Raja di Raja,
08. 25 Rasul,
09. Barokallohulakuma (Doa untuk Pengantin)
10. Engkau Cantik Untuk Siapa ?

Special Song:
SPAZI - Istiqomah
Nasyid Indonesia – Kita Satu
Nasyid Indonesia - Semoga ALLoh Jadikan Hari Ini
Kenangan Yang Indah Untuk Kita ( SAJHIKYIUK)

General Info
Artist Name: The Jenggot
Genres:
Rap, Hiphop Sunda Pop Old School Etnik Betawi
Rock Hard Core House Music Melayu dan Dangdut

Contact Info
Amiela Managemant & Jihad Record

Location:
GARUT CIANJUR

Informasi The Jenggot +62 85 323 97 10 98

Jumat, 08 April 2011

Habis Punk Terbitlah Islam


Sekitar 7 tahun lalu tepatnya di dalam tahun 1999, aku yang duduk di bangku kelas dua SMP sering mendengarkan lagu lagu Keparat (salah satu group band underground) di kamarku. Kadang juga Jeruji, Sendal Jepit, T.U.T.A.B, Holocaust, sampai The Exploited yang merupakan pelopor rambut Mohawk.
Kala itu orang tuaku memaklumi kalau aku doyan nongkrong di depan radio butut kakakku sambil ngapalin teks lagu lagu berbahasa Inggris. Bahkan orang tuaku terkadang tertawa, karena aku yang belum fasih berbahasa Inggris menyanyikan lirik lagu yang kudengarkan asal asalan. Waktu terus berjalan kemudian lagu lagu itu hilang dari ingatanku.
Jadi punker sejati (PUNK = salah satu komunitas anak band yang cirri khasnya ada pada rambut yang seperti topi romawi).
               Menginjak umur 16 tahun aku masuk salah satu SMA di Garut. Di SMA inilah, romantisme musik punk rock ketika aku SMP teringat kembali. Aku kembali menjadi fanatic terhadap musik musik Underground. Aku mulai berusaha memahami dunia Hard Core, Punk Rock, Oi!, Thrash, Black Metal, Skinhead, Melodicore, Straight Edge, Crustcore, Grunge, Grincore, dll, dan aku juga mulai melakukan perburuan toko toko underground juga informasi informasi mengenai life style serta subculture underground yang jadi panutanku di seantero kota Garut & Bandung. Berbagai isu dan ide politik kaum punk mengisi jiwaku. Propaganda yang disuarakan artis artis Underground luar mengenai isu isu keadilan, kebebasan, revolusi, penentangan atas kapitalisme global, anti copyright, anarki, sindikalisme, dan lain lain adalah sarapanku. Isu isu yang bertabrakan langsung dengan budaya masyarakat inii menyebabkanku menjadi salah seorang pemberontak di sekolah, dan akhirnya pernah di bawa ke ruang BP akibat gaya rambut Punkku yang dibawa kesekolah. Ideology berpikirku penuh dengan ideology kaum Punk. Dua tahun aku duduk di SMA membuat ketertarikanku akan scene Underground semakin membesar. Jiwa pemberontak dalam diriku semakin menguat ketika aku mengetahui jelas penyebab terjadinya kebobrokan di negeri ini. Untuk mengisi kekosongan selama waktu waktu kosong pulang sekolah, bersama teman aku membentuk  sebuah band punk dan menjadi Drumer di dalamnya. Selain itu, teman temanku sebagian hobi dengan yang namanya Singa Jengke, Topi Nyengled, Intisari Nekat, Tiga Drum yang merupakan minuman beralkohol. Bahkan ada sebagian temanku ada yang tak bisa lepas darinya. Saking gilanya, pernah group bandku pesta pora untuk sekadar memarkirkan alcohol di dalam perutnya. Tapi meskipun demikian aku tidak pernah larut dari apa yang dialami temanku dulu Aku dan kawan kawanku sempat membuat sebuah komunitas PUNK di daerahku sendiri, sehingga masyarakat sekitar merasa gundah dengan kehadiran group bandku. Caturwulan ke 1 di kelas dua SMA Negeri Garut, waktu itu aku dikenal dengan keaktifisannya dii dunia Underground. Ini untuk menghapuskan pandangan sinis bahwa Punk itu ‘Kuulen’. Punk itu the lost Generation. Terbukti temanku dalam group band membuat sebuah usaha emblem. Tekadku ini terinspirasi oleh Toro yang merupakan vokalis punk yang mempunyai wibawa di hadapan teman temannya. Dan benar saja masa masa kelas dua SMA ini bermain band pun mulai bertambah komposisinya.

Jadi Islam Underground
Awal kesadaranku datang disaat aku dan kawan se- bandku mulai ngetop. Suatu hari ketika aku melewati sebuah rumah, yang di rumah itu terdengar ceramah seorang ustadz, berteriak lantang tentang ‘Hidup Ini Singkat’, hingga

menembus kupingku bahwa ia sungguh PD sekalii melantangkannya. Ia meneriakkan lagi bahwa ‘Demi Alloh setiap perbuatan akan dipertanggung jawabkan’ kemudian ‘jangan sampai ada detik yang tersiakan’, banyak lagi segala macam yang memerahkan telingaku dan menembus hatiku. Beberapa hari kemudian , tak sengaja di salah satu pesantren di daerahku aku melihat gambar / foto ustadz yang ternyata ialah yang kemarin saya dengar ceramahnya. Tadinya aku males untuk ingin mengetahui tentang ustadz itu. Tapi berhubung salah seorang teman sedaerahku mengajak untuk mengikuti pengajian bersama ustadz itu akhirnya aku ikut juga. Aku ingin melarikan diri dari permasalahan. Akhirnya bersama salah seorang teman pria aku mengikuti acara tersebut meskipun aku tetap bergaya Underground. Di sinilah pemahamanku berangsur angsur mulai berubah. Ketika harus keluar dari lingkungan acara pesantren apalagi ketika harus kembali ke Garut kami merasa dunia diputarbalikkan. Semua ibarat dalam neraka. Semuanya serba salah. Lihat yang buruk sedikit, pasti gemes dan pengen ngomentarin. Perubahanku menjadi bahan celaan dan bahan ejekan. Bahkan ada yang membuatnya jadi bahan taruhan; berapa lama aku bertahan, 2 minggu, 1 bulan dan 3 bulan. Parahnya tidak ada yang bilang 1 tahun. Diserang berbagai gunjingan malah membuat hatiku semakin kuat.
            Aku jadi ingin menunjukkan bahwa aku memang kuat. Hanya saja untuk aktivitas ngeband aku kesulitan untuk  meninggalkannya. Saat itu komunitas underground makin kuat dan eksis pemberitaan di berbagai majalah dan MTV.

Bahkan orang luar Garut pun udah mulai merekrut band band local Garut untuk ikut serta dalam pembuatan album kompilasi. Namun demikian perasaan bersalah selalu menggangguku.
             Ibarat orang munafik, di satu sisi aku melakukan kebaikan. Tapi di sisi lain aku masih asyik berkubang dosa (bermain band). Bandku sempat mendapat prestasi dari teman teman Underground. Ini berupa anugrah. Tapi di sisi lain, pemikiran pemikiran Islamku mulai terbentuk. Dan inii menjadi dilema tersendiri. Awall memikirkan dilemma itu terasa menyakitkan. Kawan kawan dii sekolahku menyingkir satu persatu. Mereka mencapku radikal. Karena terlalu banyak ngomong halal haram. Bukan saja mereka, teman teman SMA dan band mulai canggung pada
ku. Dan yang paling menyesakkan adalah ketika orang tuaku malah mengekang kegiatan pengajian yang kulakukan, mereka terlalu kaget melihat perubahan. Dii benak orang tua dan keluargaku mulai muncul kecurigaan negative. Dari cap fundamentalis, sampai tuduhan aku mengikuti ajaran sesat.
           Hikmah dari peristiwa itu sangat besar. Aku menjadi sadar bahwa ilmu keislamanku harus diperdalam sebab kalau tidak demikian, bagaimana bisa aku menjelaskan pada keluargaku ? dari kesadaran itulah aku berazzam untuk meninggalkan semua kebiasaan lama yang negative. Dan saat itu pula aku memutuskan keluar dari band dan Style Underground yang membesarkan diriku di waktu lalu. Saat ini sudah kurang lebih 5 tahun aku mengaji Islam. Ada kerin
duan mendalam untuk tetap bisa dekat seperti dulu dengan teman teman underground sebab ikatan dengan mereka begitu kuat. Oleh sebab itulah, aku mulai menyadarkan kawan kawan yang masih berada dalam underground. Bentuknya dengan membuat sub culture Islam atau dapat dikatakan contra-culture yang secara fisik hampir seperti scene underground namun secara pemikiran jauh berbeda.
           Cara inilah yang aku gunakan utk mempropagandkan bahwa Islam merupakan ajaran revolusioner terbaik yang diturunkan Pemilik Semesta Untuk Umat Manusia. Cara inilah yang aku lakukan demi menebus dosa masa laluku. Ya Alloh aku bertobat padamu.

   
Tulisan ini selesai malam, 28 Maret 2006 pukul : 20:28
Oleh Seorang Hamba yang butuh kepada Robbnya
Semoga apa yang saya kerjakan ini sebagai amalan sholih di sisi Alloh  


Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada seluruh team 
Redaksi majalah Permata yg telah memberi inspiras kepada saya ( edisi 20 tahun VIII)
Karena Tulisan Pengkhianat Yang Telah Musnah di sna. mirip sekali dengan Perjalanan Spiritual saya
JazakaLLoh Khoir PYTM. salam ukhuwah dari saya